Klaim Asuransi Ditolak? Mungkin Ini Alasannya!

Lebih baik mencegah daripada mengobati, seperti kata pepatah. Hal yang sama berlaku untuk polis asuransi kami. Lebih baik menghindari klaim asuransi ditolak daripada mengalami masalah di kemudian hari.

Pengajuan klaim asuransi merupakan permintaan resmi dari pemegang polis kepada perusahaan asuransi untuk penggantian biaya, namun ada berbagai alasan yang dapat menyebabkan klaim asuransi kami ditolak. Salah satunya bisa terjadi karena kita menerima perawatan medis di rumah sakit yang tidak berafiliasi. Bisa juga karena kita mengabaikan klausa pengecualian yang tertulis dalam buku panduan.

Meskipun tidak disadari atau tidak, masih banyak dari kita yang sering mengabaikan buklet polisi kecil dari perusahaan asuransi kita. Namun, buklet itulah yang berisi informasi mengenai hak dan kewajiban kita sebagai pemegang polis. Bukan tidak mungkin karena kelalaian dan kecerobohan kita, klaim asuransi kita bisa saja ditolak.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui alasan mengapa klaim asuransi bisa ditolak. Dengan begitu, kita bisa melakukan tindakan preventif agar peristiwa tersebut tidak terjadi.

4 Alasan Klaim Asuransi Ditolak

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat 4 alasan mengapa klaim Asuransi dapat ditolak.

1. Risiko yang Dialami Tidak Ditanggung Asuransi

Setiap produk asuransi memiliki manfaat yang berbeda-beda, dan semuanya tercantum dalam polis asuransi. Beberapa paket asuransi kesehatan hanya mencakup perawatan rawat inap, sementara yang lain juga mencakup perawatan rawat jalan. Sangat penting untuk memahami apa manfaatnya, serta risiko yang terlibat dengan asuransi yang kita miliki.

2. Tidak Sesuai Dengan Persyaratan Polis

Ada juga klausul masa tunggu dalam polis asuransi kesehatan. Jika pemegang polis mengajukan klaim asuransi sebelum mencapai masa tunggu, maka klaim asuransi akan ditolak.

Begitu pula dengan asuransi penyakit kritis, penyakit seperti stroke biasanya memiliki masa tunggu dan juga masa bertahan hidup. Masa Bertahan Hidup adalah waktu dimana Tertanggung bertahan dari terdiagnosis penyakit kritis hingga meninggal dunia, yang biasanya sekitar 7 hari, 14 hari atau 30 hari khusus untuk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa kelompok. Apabila Tertanggung mengajukan klaim Asuransi kurang dari masa kelangsungan hidup, maka klaim akan otomatis ditolak.

3. Data yang Diterima Perusahaan Asuransi Tidak Sesuai

Sangat mungkin data kesehatan nasabah yang bersangkutan dalam SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa) atau SPAK (Surat Permintaan Asuransi Kesehatan) tidak benar.

Berpura-pura bahwa seseorang memiliki riwayat medis yang serius selama periode waktu tertentu atau telah menjalani operasi. Tetapi ketika mengisi formulir permintaan, dia tidak jujur.

Pada dasarnya, isi SPAJ dan SPAK akan sangat mempengaruhi premi yang harus dibayarkan. Ketidakjujuran dalam mengisi formulir tersebut justru dapat menyebabkan klaim asuransi ditolak.

4. Melebihi Batas Waktu

Dalam polis asuransi kesehatan, kami diwajibkan untuk mengajukan klaim dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan polis. Jika kami tidak mengajukan dalam waktu yang ditentukan, klaim asuransi kami dapat ditolak.

Yang juga penting adalah memahami alur proses klaim asuransi. Sebagai contoh, di Manulife Indonesia, klaim asuransi hanya dapat diajukan melalui 2 prosedur mudah.

Pertama, isi formulir klaim dan siapkan dokumentasi yang diperlukan.

Untuk mengajukan klaim, gunakan layanan MiEClaim. Proses klaim melalui MiEClaim mudah karena nasabah hanya perlu mengunggah soft copy formulir dan dokumen dalam bentuk scan. Informasi lengkap mengenai MiEClaim dapat dibaca di sini.

Sebagai catatan terakhir, pastikan untuk menyimpan semua dokumen perawatan medis, termasuk biaya pra dan pasca-rawat inap, catatan rumah sakit, tes diagnostik, surat-surat pemulangan, dan banyak lagi. Dokumen-dokumen ini bisa sangat penting jika perusahaan Asuransi membutuhkannya untuk tujuan klarifikasi.

Kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang polis asuransi kesehatan karena empat alasan di atas, idealnya sejak kita mengajukan polis pada awalnya. Sehingga saat melakukan klaim, penolakan tidak akan terjadi.